CIREBON - Pernahkah kita membayangkan sebuah pensil? Ia bisa digunakan untuk menulis atau menggambar hal indah, namun ia tak akan berguna jika ujungnya tumpul. Untuk menjadi tajam, ia harus rela disayat dan diraut. Pesan reflektif ini disampaikan oleh Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Apendi pada Apel Rutin Senin Pagi (6/4/2026) di halaman Kantor KPU Kabupaten Cirebon. Ia mengajak seluruh jajaran untuk melihat diri sendiri seperti pensil yang sedang berproses. Sebagai penyelenggara di tingkat Kabupaten, kita dituntut untuk terus "mengasah" diri agar tetap relevan dan bermakna. Proses mengasah itu mungkin melelahkan, namun itulah syarat mutlak untuk meningkatkan kualitas kinerja kita melalui empat dimensi: Fisik yang Prima: Menjaga raga tetap sehat melalui pola hidup dan olahraga, karena etos kerja bermula dari tubuh yang bugar; Akal yang Terang: Memperkuat literasi dan pemahaman regulasi. Seperti penyusunan naskah ilmiah penataan Dapil yang tengah digarap, kerja kita harus berbasis data dan faktual, bukan fiksi; Jiwa yang Tenang: Menyeimbangkan hubungan vertikal dengan Tuhan dan horizontal dengan sesama. Jika jiwa sehat, tak akan ada lagi "ego sektoral" dalam lembaga kita; Mental yang Tangguh: Menghargai satu sama lain dan tetap kokoh meski berada di bawah tekanan tugas yang dinamis. Ia menutup amanat dengan sebuah pengingat tulus: "Torehkanlah sejarah yang baik. Tinggalkan jejak yang membuat orang merasa kehilangan saat kita pergi, bukan justru merasa lega." Apel pagi diikuti Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Cirebon beserta seluruh jajaran sekretariat.