CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon hadir di SMAN Tengahtani, Selasa (14/4/2026), untuk mengajak pemilih pemula memahami peran besarnya dalam demokrasi. Melalui kegiatan KPU Mengajar, generasi muda diajak lebih sadar bahwa mereka bukan sekadar peserta, tetapi penentu arah kepemimpinan ke depan. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Cirebon, Apendi, menjelaskan bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat dan diwujudkan melalui Pemilu yang dilaksanakan setiap 5 tahun. Pemilu menjadi sarana sah untuk memilih Presiden, DPR, DPD, hingga DPRD—sebagai bentuk nyata dari sistem demokrasi yang dijalankan di Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa hingga tahun 2024, Indonesia telah melaksanakan Pemilu sebanyak 13 kali. Artinya, demokrasi adalah proses panjang yang terus dijaga dan diperkuat, bukan sesuatu yang instan. Lebih dari itu, Apendi menegaskan pentingnya integritas dalam memilih. Pemilih pemula harus berani menolak praktik money politic dan tidak mudah tergiur oleh iming-iming sesaat. Pilihan harus didasarkan pada visi, misi, serta rekam jejak calon, bukan karena kepentingan sesaat. Partisipasi masyarakat menjadi kunci. Semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih, semakin kuat legitimasi pemimpin yang terpilih. Di sinilah peran penting pemilih pemula—menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab. Dalam pemaparannya, juga ditegaskan bahwa demokrasi Indonesia berlandaskan nilai-nilai Pancasila: menjunjung kebersamaan, toleransi, musyawarah, serta keseimbangan antara hak dan tanggung jawab. Generasi muda pun diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi, aktif mencari informasi, dan tidak mudah terpengaruh hoaks. Karena menjadi pemilih cerdas bukan hanya datang ke TPS, tetapi juga memahami makna dari setiap pilihan. Dari ruang kelas hari ini, lahir harapan untuk demokrasi yang lebih kuat esok hari.