Sosialisasi

Gen Z Melek Politik, Masa Depan Demokrasi di Tangan Kita

CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon kembali menghadirkan program rutin Podcast KPU Kabupaten Cirebon dengan tema: “Gen Z Melek Politik: Kenapa Pelajar Nggak Boleh Cuek Sama Pemilu?” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (02/06/2026) bertempat di Ruang Podcast KPU Kabupaten Cirebon. Dipandu oleh Host Putri Raisha Destankarani Permata Purnama, S.H., podcast kali ini menghadirkan narasumber muda inspiratif, Haura Hasna Hazima, Duta Literasi Politik dari Lembaga Interaksi Cirebon yang juga Ketua OSIS SMAN 1 Sumber. Melalui podcast ini, KPU Kabupaten Cirebon mengajak generasi muda untuk lebih memahami pentingnya politik dan demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, keputusan yang diambil hari ini akan menentukan arah masa depan bangsa esok hari. Menjadi pelajar bukan berarti harus apatis terhadap isu-isu kebangsaan. Justru sejak dini, generasi muda perlu membangun kesadaran politik, meningkatkan literasi demokrasi, serta memahami pentingnya partisipasi dalam pemilu sebagai wujud tanggung jawab warga negara. Karena suara generasi muda bukan hanya tentang memilih, tetapi juga tentang berkontribusi, mengawal demokrasi, dan menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dari Gerakan Mahasiswa Menuju Pemimpin Publik Berintegritas

CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon kembali menghadirkan Program Rutin Podcast dengan tema: “Dari Gerakan Mahasiswa ke Tata Kelola Negara: Peran Pemilu dalam Mencetak Pemimpin Publik” Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Ruang Podcast KPU Kabupaten Cirebon. Podcast kali ini dipandu langsung oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Cirebon, Masyhuri Abdul Wahid, S.Sos., dan menghadirkan narasumber istimewa, Ketua Umum PB PMII 2021–2024, Tokoh Pemuda Nasional sekaligus Komisaris BUMN, H. Muhammad Abdullah Syukri, S.IP., M.A. Melalui diskusi yang inspiratif ini, publik diajak memahami bagaimana gerakan mahasiswa, partisipasi politik, dan proses demokrasi melalui pemilu memiliki peran penting dalam mencetak pemimpin publik yang berintegritas, visioner, dan dekat dengan masyarakat. Podcast ini juga menjadi ruang edukasi dan refleksi bersama tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi serta membangun tata kelola negara yang lebih baik di masa depan.  

Politik dan Demokrasi di Mata Ustadz HM Ujang Busthomi

CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon kembali menghadirkan Program Rutin Podcast. Kali ini menghadirkan narasumber dari kalangan influencer sekaligus tokoh spiritual dengan tema: “Politik dan Demokrasi di Mata Ustadz HM Ujang Busthomi”, pada hari Senin, 4 Mei 2026 di Ruang Podcast KPU Kabupaten Cirebon. Dipandu oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Masyhuri Abdul Wahid, S.Sos., podcast mengalir menceritakan perjalanan hidup Ustadz HM Ujang Busthomi. Podcast juga mengupas perspektif menarik tentang politik dan demokrasi dari seorang Youtuber sekaligus mantan ketua organisasi kepemudaan. Ringan, menghibur tapi sekaligus inspiratif. Penasaran? Tunggu penayangannya di chanel youtube KPU Kabupaten Cirebon.

Infrastruktur dan Demokrasi: Akses untuk Semua

KPU Kabupaten Cirebon Kembali Hadirkan Podcast Inspiratif! CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon kembali menghadirkan Program Rutin Podcast dengan tema: “Infrastruktur dan Demokrasi: Akses untuk Semua”, pada hari Senin, 4 Mei 2026, di Ruang Podcast KPU Kabupaten Cirebon. Dipandu oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Masyhuri Abdul Wahid, S.Sos., podcast kali ini menghadirkan narasumber inspiratif, H. Daniel Mutaqien Syafiuddin, ST., Anggota Komisi V DPR RI. Mengupas bagaimana pembangunan infrastruktur tidak hanya soal konektivitas fisik, tetapi juga menjadi kunci dalam membuka akses demokrasi yang inklusif bagi seluruh masyarakat. Karena demokrasi yang kuat adalah demokrasi yang bisa diakses oleh semua.

Kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Kabupaten Cirebon Goes To School di SMAN 1 Losari

Pendidikan yang bermutu bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan tanggung jawab. CIREBON - Semangat itulah yang digaungkan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMAN 1 Losari, Senin (4/5), saat KPU Kabupaten Cirebon hadir melalui program pendidikan pemilih pemula. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Masyhuri Abdul Wahid, yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa Hardiknas menjadi momentum untuk merefleksikan hakikat pendidikan: memanusiakan manusia, menumbuhkan potensi, sekaligus membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Sejalan dengan tema Hardiknas 2026 tentang penguatan kualitas pendidikan, para pelajar juga diajak memahami bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kesadara0n sebagai warga negara. “Jangan menjauhi politik. Karena keputusan politik turut menentukan ruang kelas tempat kita belajar, fasilitas pendidikan yang kita gunakan, hingga masa depan yang sedang kita bangun bersama.” Pemilih muda memegang peran strategis dalam menentukan arah demokrasi. Karena itu, generasi hari ini perlu menjadi pemilih yang cerdas: kritis terhadap informasi, tidak mudah terpengaruh hoaks, serta berani menolak politik uang. Sebab di bilik suara, semua setara. One person, one vote, one value. Satu orang, satu suara, satu nilai. Dari ruang kelas, kita bangun kesadaran. Dari pendidikan, kita siapkan masa depan demokrasi Indonesia.

KPU Kabupaten Cirebon Goes To School Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Layanan Pemutakhiran Data Pemilih di SMAN 1 Babakan

“Kalau mau mengubah masa depan, jangan tunggu—ikut tentukan. Karena satu-satunya ‘kudeta’ yang konstitusional dalam demokrasi adalah melalui pemilu.” CIREBON - Pesan yang disampaikan Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, dalam sambutannya tersebut langsung menyita perhatian para pelajar saat KPU Kabupaten Cirebon hadir di SMAN 1 Babakan, Rabu (29/4), dalam program KPU Mengajar. Esya menegaskan bahwa perubahan dalam demokrasi tidak lahir dari jalan pintas, melainkan dari kesadaran dan partisipasi. Apalagi, Pemilu 2029 nanti akan didominasi oleh pemilih muda—artinya, masa depan demokrasi ada di tangan generasi hari ini. Suasana pun dibuat interaktif. Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Khairil Ridwan, mengajak siswa berpikir dari hal paling dekat: kenapa kita sekolah? dan apa yang ingin dicapai? Dari jawaban siswa—tentang cita-cita, masa depan, hingga membanggakan orang tua—diskusi berkembang menjadi pemahaman bahwa setiap pilihan selalu diikuti tanggung jawab. Dari situ, demokrasi dijelaskan dengan cara sederhana: seperti menanam dan merawat. Apa yang kita pilih hari ini, itulah yang akan kita rasakan di masa depan. Karena itu, memilih bukan sekadar hak, tapi juga tanggung jawab untuk mengawal dan memastikan janji dijalankan. Para siswa juga diajak memahami bahwa mereka bukan hanya objek, tapi subjek dalam demokrasi. Punya hak untuk bersuara, berpendapat, bahkan mengkritik—tentu dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab. Karena demokrasi bukan hanya tentang lima tahunan. Tapi tentang kesadaran—yang dimulai hari ini. Sebagai bentuk pelayanan, KPU Kabupaten Cirebon juga membuka akses bagi pelajar yang telah dan akan berusia 17 tahun untuk mendaftarkan diri sebagai pemilih. Pemutakhiran data pemilih dilakukan secara berkelanjutan agar setiap warga negara dapat menggunakan hak pilihnya. Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Masyhuri Abdul Wahid, serta Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Ujang Kusumah Atmawijaya.

Populer

Belum ada data.

🔊 Putar Suara