Sosialisasi

Politik dan Demokrasi di Mata Ustadz HM Ujang Busthomi

CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon kembali menghadirkan Program Rutin Podcast. Kali ini menghadirkan narasumber dari kalangan influencer sekaligus tokoh spiritual dengan tema: “Politik dan Demokrasi di Mata Ustadz HM Ujang Busthomi”, pada hari Senin, 4 Mei 2026 di Ruang Podcast KPU Kabupaten Cirebon. Dipandu oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Masyhuri Abdul Wahid, S.Sos., podcast mengalir menceritakan perjalanan hidup Ustadz HM Ujang Busthomi. Podcast juga mengupas perspektif menarik tentang politik dan demokrasi dari seorang Youtuber sekaligus mantan ketua organisasi kepemudaan. Ringan, menghibur tapi sekaligus inspiratif. Penasaran? Tunggu penayangannya di chanel youtube KPU Kabupaten Cirebon.

Infrastruktur dan Demokrasi: Akses untuk Semua

KPU Kabupaten Cirebon Kembali Hadirkan Podcast Inspiratif! CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon kembali menghadirkan Program Rutin Podcast dengan tema: “Infrastruktur dan Demokrasi: Akses untuk Semua”, pada hari Senin, 4 Mei 2026, di Ruang Podcast KPU Kabupaten Cirebon. Dipandu oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Masyhuri Abdul Wahid, S.Sos., podcast kali ini menghadirkan narasumber inspiratif, H. Daniel Mutaqien Syafiuddin, ST., Anggota Komisi V DPR RI. Mengupas bagaimana pembangunan infrastruktur tidak hanya soal konektivitas fisik, tetapi juga menjadi kunci dalam membuka akses demokrasi yang inklusif bagi seluruh masyarakat. Karena demokrasi yang kuat adalah demokrasi yang bisa diakses oleh semua.

Kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Kabupaten Cirebon Goes To School di SMAN 1 Losari

Pendidikan yang bermutu bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan tanggung jawab. CIREBON - Semangat itulah yang digaungkan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMAN 1 Losari, Senin (4/5), saat KPU Kabupaten Cirebon hadir melalui program pendidikan pemilih pemula. Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Masyhuri Abdul Wahid, yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa Hardiknas menjadi momentum untuk merefleksikan hakikat pendidikan: memanusiakan manusia, menumbuhkan potensi, sekaligus membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Sejalan dengan tema Hardiknas 2026 tentang penguatan kualitas pendidikan, para pelajar juga diajak memahami bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kesadara0n sebagai warga negara. “Jangan menjauhi politik. Karena keputusan politik turut menentukan ruang kelas tempat kita belajar, fasilitas pendidikan yang kita gunakan, hingga masa depan yang sedang kita bangun bersama.” Pemilih muda memegang peran strategis dalam menentukan arah demokrasi. Karena itu, generasi hari ini perlu menjadi pemilih yang cerdas: kritis terhadap informasi, tidak mudah terpengaruh hoaks, serta berani menolak politik uang. Sebab di bilik suara, semua setara. One person, one vote, one value. Satu orang, satu suara, satu nilai. Dari ruang kelas, kita bangun kesadaran. Dari pendidikan, kita siapkan masa depan demokrasi Indonesia.

KPU Kabupaten Cirebon Goes To School Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Layanan Pemutakhiran Data Pemilih di SMAN 1 Babakan

“Kalau mau mengubah masa depan, jangan tunggu—ikut tentukan. Karena satu-satunya ‘kudeta’ yang konstitusional dalam demokrasi adalah melalui pemilu.” CIREBON - Pesan yang disampaikan Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, dalam sambutannya tersebut langsung menyita perhatian para pelajar saat KPU Kabupaten Cirebon hadir di SMAN 1 Babakan, Rabu (29/4), dalam program KPU Mengajar. Esya menegaskan bahwa perubahan dalam demokrasi tidak lahir dari jalan pintas, melainkan dari kesadaran dan partisipasi. Apalagi, Pemilu 2029 nanti akan didominasi oleh pemilih muda—artinya, masa depan demokrasi ada di tangan generasi hari ini. Suasana pun dibuat interaktif. Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Khairil Ridwan, mengajak siswa berpikir dari hal paling dekat: kenapa kita sekolah? dan apa yang ingin dicapai? Dari jawaban siswa—tentang cita-cita, masa depan, hingga membanggakan orang tua—diskusi berkembang menjadi pemahaman bahwa setiap pilihan selalu diikuti tanggung jawab. Dari situ, demokrasi dijelaskan dengan cara sederhana: seperti menanam dan merawat. Apa yang kita pilih hari ini, itulah yang akan kita rasakan di masa depan. Karena itu, memilih bukan sekadar hak, tapi juga tanggung jawab untuk mengawal dan memastikan janji dijalankan. Para siswa juga diajak memahami bahwa mereka bukan hanya objek, tapi subjek dalam demokrasi. Punya hak untuk bersuara, berpendapat, bahkan mengkritik—tentu dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab. Karena demokrasi bukan hanya tentang lima tahunan. Tapi tentang kesadaran—yang dimulai hari ini. Sebagai bentuk pelayanan, KPU Kabupaten Cirebon juga membuka akses bagi pelajar yang telah dan akan berusia 17 tahun untuk mendaftarkan diri sebagai pemilih. Pemutakhiran data pemilih dilakukan secara berkelanjutan agar setiap warga negara dapat menggunakan hak pilihnya. Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Masyhuri Abdul Wahid, serta Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Ujang Kusumah Atmawijaya.

Suara Anak Muda, Arah Demokrasi Kita

CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon kembali menghadirkan Program Rutin Podcast dengan tema: “Menjembatani Aspirasi Anak Muda Pasca Pemilu” Kamis, 23 April 2026 di Ruang Podcast KPU Kabupaten Cirebon Dipandu oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Cirebon, Masyhuri Abdul Wahid, S.Sos. Podcast kali ini menghadirkan narasumber inspiratif: Muhammad Asyrof Abdik, S.Hub.Int, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat. Melalui dialog yang hangat dan penuh gagasan, podcast ini menjadi ruang terbuka untuk menyuarakan aspirasi, memperkuat peran, serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam demokrasi pasca pemilu. Karena demokrasi tidak berhenti di bilik suara justru dimulai dari keberanian untuk terus bersuara dan berkontribusi. Mari bersama kita jembatani ide, harapan, dan aksi nyata anak muda demi masa depan demokrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kartini Hari Ini: Berani Memilih

CIREBON Kartini hari ini bukan sekadar dikenang—tetapi dilanjutkan. Bukan hanya tentang perempuan, tetapi tentang keberanian generasi muda mengambil peran dan menentukan masa depan. Pesan ini disampaikan Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di SMAN 1 Beber, Selasa (21/4). Kehadiran ini menjadi ruang menyapa, mengajak, dan menanamkan kesadaran bahwa demokrasi dimulai dari diri sendiri. Di hadapan para siswa, Esya menegaskan, dalam demokrasi, semua manusia setara. Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. Satu orang, satu suara, satu nilai. Hari Kartini, menurutnya, bukan hanya milik perempuan. Ini adalah tentang kesetaraan, tentang bagaimana setiap manusia—laki-laki dan perempuan—memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi membangun bangsa. Ia mengajak para pelajar untuk tidak menjauh dari politik. Karena tanpa disadari, keputusan politik hadir dalam kehidupan sehari-hari: dari pendidikan yang mereka tempuh, peluang kerja di masa depan, hingga ruang bagi mimpi-mimpi mereka untuk tumbuh. Namun, menjadi generasi muda hari ini tidak mudah. Di tengah derasnya arus informasi, hoaks dan manipulasi digital menjadi tantangan nyata. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menggunakan akal sehat, mencari sumber informasi yang benar, dan tidak mudah terpengaruh oleh yang sekadar viral. Lebih dari itu, Esya mengajak mereka menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab—yang mengenal siapa yang dipilih, memahami rekam jejaknya, dan tidak menukar masa depan hanya dengan iming-iming sesaat. Data menunjukkan, bahwa lebih dari 50% pemilih ke depan adalah generasi muda. Artinya, masa depan demokrasi benar-benar ada di tangan mereka. Menutup amanatnya, ia menegaskan bahwa perempuan hadir bukan untuk bersaing, tetapi untuk berjalan berdampingan, membangun peradaban bersama. Hari ini Kartini hidup dalam keberanian berpikir, bersuara, dan memilih. Dan dari sekolah ini, masa depan itu sedang disiapkan.

🔊 Putar Suara