Kartini Hari Ini: Berani Memilih
CIREBON Kartini hari ini bukan sekadar dikenang—tetapi dilanjutkan. Bukan hanya tentang perempuan, tetapi tentang keberanian generasi muda mengambil peran dan menentukan masa depan.
Pesan ini disampaikan Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 di SMAN 1 Beber, Selasa (21/4). Kehadiran ini menjadi ruang menyapa, mengajak, dan menanamkan kesadaran bahwa demokrasi dimulai dari diri sendiri.
Di hadapan para siswa, Esya menegaskan, dalam demokrasi, semua manusia setara.
Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah.
Satu orang, satu suara, satu nilai.
Hari Kartini, menurutnya, bukan hanya milik perempuan. Ini adalah tentang kesetaraan, tentang bagaimana setiap manusia—laki-laki dan perempuan—memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi membangun bangsa.
Ia mengajak para pelajar untuk tidak menjauh dari politik. Karena tanpa disadari, keputusan politik hadir dalam kehidupan sehari-hari: dari pendidikan yang mereka tempuh, peluang kerja di masa depan, hingga ruang bagi mimpi-mimpi mereka untuk tumbuh.
Namun, menjadi generasi muda hari ini tidak mudah. Di tengah derasnya arus informasi, hoaks dan manipulasi digital menjadi tantangan nyata. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menggunakan akal sehat, mencari sumber informasi yang benar, dan tidak mudah terpengaruh oleh yang sekadar viral.
Lebih dari itu, Esya mengajak mereka menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab—yang mengenal siapa yang dipilih, memahami rekam jejaknya, dan tidak menukar masa depan hanya dengan iming-iming sesaat.
Data menunjukkan, bahwa lebih dari 50% pemilih ke depan adalah generasi muda. Artinya, masa depan demokrasi benar-benar ada di tangan mereka.
Menutup amanatnya, ia menegaskan bahwa perempuan hadir bukan untuk bersaing, tetapi untuk berjalan berdampingan, membangun peradaban bersama.
Hari ini Kartini hidup dalam keberanian berpikir, bersuara, dan memilih.
Dan dari sekolah ini, masa depan itu sedang disiapkan.