Galeri Foto Kegiatan

Pelaksanaan Apel Rutin Senin Pagi di Lingkungan KPU Kabupaten Cirebon

Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, mengingatkan seluruh jajaran agar terus bekerja secara profesional, transparan, dan melembaga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab penyelenggaraan pemilu.

Penegasan tersebut Ia sampaikan saat bertindak sebagai Pembina apel rutin Senin pagi yang dilaksanakan di kantor KPU Kabupaten Cirebon, Senin (26/1/2026). Apel diikuti oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Cirebon serta seluruh jajaran sekretariat.

Pada kesempatan apel tersebut, Esya menyampaikan bahwa ada suatu Teori Pareto yang ditemukan oleh seorang Chiltredo Pareto pada awal abad ke-20 tepatnya tahun 1906 di Italia, dia menemukan teori itu dari percobaan atau pengalaman empiris beliau tentang menanam kacang polong. Secara singkat bahwa teori Pareto itu disebut sebagai Teori 80-20, relevansinya kita sebagai penyelenggara pemilu dalam teori 80-20 itu adalah teori tentang bagaimana upaya yang sangat minimal bisa menghasilkan sesuatu yang optimal mencapai 80%, intinya dengan situasi saat ini yang berkaitan dengan efisiensi perdanaan di APBN dan kita pun tidak menerima dana hibah dari pemerintah Daerah artinya kita harus memaksimalkan peluang 20% sehingga kita bisa mencapai optimalisasi 80% di tahun 2026. Dengan upaya yang 20% tinggal tersisa ini kita bisa melaksanakan secara optimal hingga mencapai 80% dengan cara kita harus bisa mengidentifikasi dan menganalisis apa saja 20% peluang yang bisa kita maksimalkan sehingga kita bisa mencapai optimalisasi 80%, setelah mengidentifikasi dan menganalisis kita membuat timeline dalam bentuk kalender yang bisa diakses oleh seluruh komunitas sehingga kita bisa tahu kecapaian target per minggu, per bulan, per semester sehingga kita bisa melakukan analisis apa yang belum tercapai dan apa yang tidak tercapai yang kita kendalikan, kemudian kita membuat roadmap tahun 2026. 

Melalui apel rutin ini, diharapkan soliditas serta penguatan kelembagaan internal KPU Kabupaten Cirebon terus terjaga dalam menghadapi dinamika tugas ke depan, kinerja tetap harus dilakukan dengan memaksimalkan peluang 20% sehingga kita bisa mencapai optimalisasi 80%.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 40 kali