Parmas Insight Chapter #12 dengan tema Pemilih Pemula dan Generasi Z Strategi Masuk Sekolah dan Kampus, Tantangan Era Digital
Parmas Insight Chapter #12 kembali hadir sebagai ruang berbagi gagasan dan strategi dalam memperkuat partisipasi pemilih pemula dan Generasi Z di era digital, Rabu (21/1/2026). Mengusung tema “Pemilih Pemula dan Generasi Z: Strategi Masuk Sekolah dan Kampus, Tantangan Era Digital”, kegiatan ini menjadi forum diskusi yang relevan dalam menjawab tantangan sosialisasi dan pendidikan pemilih di tengah perubahan pola komunikasi generasi muda.
Kegiatan ini menghadirkan Keynote Speech Bayu Rakhmana, Sekretaris Diskominfo Provinsi Jawa Barat, serta dipandu oleh Hedi Ardia, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat. Diskusi semakin kaya dengan paparan tiga narasumber Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM dari KPU Kota Depok, KPU Kabupaten Bandung, dan KPU Kota Sukabumi, yang berbagi pengalaman serta praktik baik dalam menjangkau pemilih pemula melalui sekolah, kampus, dan media digital.
Parmas Insight Chapter #12 menegaskan bahwa upaya menjangkau pemilih muda memerlukan pendekatan yang adaptif dan relevan dengan realitas keseharian Generasi Z. Meski aktif di ruang digital, tantangan seperti rendahnya literasi politik, infodemi, disinformasi, dan apatisme politik masih menjadi pekerjaan bersama.
Diskusi yang diikuti Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Cirebon beserta jajaran ini menekankan pentingnya penguatan pendidikan pemilih melalui kolaborasi lintas sektor, pendekatan digital yang mengikuti tren, keterlibatan komunitas, serta pemanfaatan Rumah Pintar Pemilu. Fokus sosialisasi pun diarahkan untuk bergeser dari sekadar bagaimana memilih menjadi mengapa memilih itu penting.
Sejalan dengan hal tersebut, Kadiv Sosdikih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Cirebon, Masyhuri Abdul Wahid menyoroti perlunya konten kepemiluan yang lebih relevan bagi Generasi Z, dengan menjadikan isu-isu seperti kesehatan mental, ketahanan ekonomi, peluang kerja, pendidikan, dan lingkungan sebagai pintu masuk komunikasi. Dengan memperkuat sinergi kelembagaan, terutama kolaborasi Pentahelix, khususnya dengan kalangan bisnis atau swasta melalui CSR, pendidikan pemilih diharapkan tumbuh sebagai budaya literasi demokrasi yang berkelanjutan.