Berita Terkini

Kick Off PRaBu, Cirebon Cetak Sejarah Demokrasi Pelajar SMP

CIREBON — KPU Kabupaten Cirebon bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon melaksanakan Kick Off dan Puncak Pemilihan Raya Putih Biru (PRaBu) Tahun 2026, Senin (10/8/2026), di SMP Negeri 1 Plumbon. Kegiatan ini menandai pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS secara serentak pada jenjang SMP se-Kabupaten Cirebon, sekaligus menjadi laboratorium demokrasi bagi pemilih pemula.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon serta seluruh sekolah yang telah mendukung pelaksanaan PRaBu. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dilaksanakan secara serentak di tingkat kabupaten di Jawa Barat.

“Ini merupakan laboratorium demokrasi. Hari ini kita mencetak sejarah di Jawa Barat melalui pemilihan secara serentak tingkat kabupaten,” ujar Esya.

Esya menjelaskan, PRaBu merupakan akronim dari Pemilihan Raya Putih Biru. Nama tersebut dipilih agar dapat dikembangkan pada jenjang pendidikan berikutnya. Jika diterapkan di SMA atau SMK, konsep serupa dapat menggunakan istilah “Putih Abu-Abu” dengan akronim yang tetap sama.

Menurutnya, PRaBu tidak sekadar menjadi kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS, tetapi juga menjadi legasi pendidikan demokrasi di Kabupaten Cirebon. Seluruh prosesnya dirancang menyerupai tahapan pemilu dan pemilihan, mulai dari perencanaan, penyusunan daftar pemilih, pencalonan, kampanye, hingga pemungutan dan penghitungan suara.

“Ini adalah sebuah legasi demokrasi di Kabupaten Cirebon. Harapannya, adik-adik semua menjadi pemilih pemula yang siap menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029,” katanya.

KPU juga memilih mekanisme pemungutan suara secara manual menggunakan surat suara. Pilihan tersebut disesuaikan dengan praktik pemilu dan pemilihan yang masih menggunakan surat suara, tanpa mengesampingkan perkembangan sistem informatika yang telah diterapkan di masing-masing sekolah.

Sejumlah aspek PRaBu juga menjadi pembaruan dalam pelaksanaan pemilihan OSIS. Pengusungan pasangan calon dilakukan melalui ekstrakurikuler yang berperan sebagai representasi “partai” di lingkungan sekolah. Selain itu, tersedia jalur perseorangan dengan dukungan sebesar lima persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau warga sekolah, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Pemilih dalam PRaBu adalah seluruh murid pada jenjang SMP, sementara guru tidak menjadi pemilih. Para siswa juga dilibatkan dalam proses penyusunan daftar pemilih dan pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Proses tersebut diikuti dengan pengundian nomor urut pasangan calon, pembentukan KPPS, hingga pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.

Seluruh mekanisme tersebut dituangkan dalam Buku Panduan PRaBu yang disusun dan dipersembahkan oleh KPU Kabupaten Cirebon sebagai pedoman bagi sekolah dalam melaksanakan tahapan pemilihan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengatakan PRaBu merupakan pesta demokrasi bagi pelajar SMP sekaligus sarana pembelajaran untuk memahami proses demokrasi sejak dini.

“Ini adalah sebuah proses pendidikan. Hari ini kita belajar bagaimana berdemokrasi di Indonesia. Anak-anak SMP sekarang berlatih mulai dari pendaftaran calon, pengusungan oleh ekstrakurikuler, seleksi administrasi, hingga pemilihan,” tuturnya.

Ia berharap pelaksanaan PRaBu dapat menghasilkan ketua dan wakil ketua OSIS yang tangguh sekaligus memberikan pengalaman kepemimpinan bagi para siswa. Menurutnya, menjadi pengurus OSIS bukan semata-mata tentang jabatan, tetapi merupakan proses pendidikan untuk belajar bertanggung jawab, mengambil keputusan, dan bekerja bersama.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cirebon, Iman Supriadi, turut menekankan pentingnya menanamkan kesadaran memilih kepada para pelajar. Ia menyampaikan bahwa meskipun sebagian besar siswa belum memiliki KTP, mereka telah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang menjadi bagian penting dalam identitas kependudukan.

Kolaborasi antara Disdukcapil dan Dinas Pendidikan juga terus dikembangkan, termasuk dalam penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). Menurut Iman, pengenalan identitas kependudukan sejak dini dapat menjadi bagian dari pendidikan kewarganegaraan dan persiapan menuju masa ketika para siswa memiliki hak pilih.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon, Sadaruddin Parapat, menyebut PRaBu sebagai miniatur demokrasi Indonesia yang dapat menjadi warisan pendidikan demokrasi bagi generasi muda.

Ia menilai demokrasi bukan hanya milik penyelenggara pemilu, peserta, atau lembaga tertentu, melainkan milik seluruh masyarakat. Karena itu, sinergi antara KPU, Dinas Pendidikan, Disdukcapil, Bawaslu, sekolah, guru, dan siswa menjadi penting untuk membangun budaya demokrasi yang lebih baik.

“Anak-anak yang hari ini berada di SMP akan menjadi generasi yang menentukan arah Kabupaten Cirebon bahkan Indonesia pada 2045. Nilai-nilai demokrasi seperti menghargai perbedaan, siap menang dan kalah, serta toleransi harus menjadi bekal dalam kehidupan,” ujarnya.

Sadaruddin juga mengapresiasi SMP Negeri 1 Plumbon yang menghadirkan keterwakilan perempuan yang kuat dalam pencalonan. Dari empat pasangan calon atau delapan kandidat, lima di antaranya merupakan perempuan. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pelajar perempuan memiliki ruang dan kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan demokrasi.

Pelaksanaan PRaBu diharapkan tidak berhenti pada momentum pemungutan suara. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta kebebasan dalam menentukan pilihan menjadi pesan utama yang ditekankan kepada para siswa.

Esya mengingatkan bahwa perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi. Karena itu, kemenangan tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan pihak lain, sementara kekalahan tidak boleh melahirkan permusuhan.

“Demokrasi dibangun melalui budaya kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap perbedaan. Berbeda pilihan itu tidak apa-apa,” katanya.

Usai pelaksanaan Kick Off di SMP Negeri 1 Plumbon, kegiatan dilanjutkan dengan monitoring pelaksanaan PRaBu di SMP Negeri 1 Jamblang, SMP Negeri 1 Lemahabang, dan SMP Negeri 1 Karangsambung. Monitoring dilakukan bersama KPU Kabupaten Cirebon, Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bawaslu Kabupaten Cirebon, serta Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.

Melalui PRaBu 2026, Kabupaten Cirebon tidak hanya menyelenggarakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS secara serentak, tetapi juga menanamkan pengalaman demokrasi secara langsung kepada generasi yang kelak menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 dan bagian dari generasi Indonesia Emas 2045.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 59 kali
🔊 Putar Suara