Kunjungan Silaturahmi dan Audiensi dalam rangka sinergitas kelembagaan antara KPU Kabupaten Cirebon dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon
Demokrasi tidak lahir tiba-tiba—ia dibentuk sejak bangku sekolah. Dari ruang kelas, dari pilihan sederhana, hingga keberanian menentukan suara.
CIREBON - Berangkat dari semangat itu, KPU Kabupaten Cirebon melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon pada Selasa (28/4) untuk memperkuat sinergi pendidikan demokrasi bagi pelajar.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, mendorong penguatan praktik demokrasi yang lebih dekat dengan kehidupan siswa. Salah satu gagasan yang diusulkan adalah inisiasi Hari Demokrasi Kabupaten Cirebon, yang dapat dikolaborasikan dengan pemilihan OSIS serentak di seluruh sekolah. Momentum ini diharapkan menjadi ruang belajar nyata, di mana siswa tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga mengalaminya secara langsung.
Pendekatan yang ditawarkan pun tidak lagi konvensional. Edukasi demokrasi didorong menjadi lebih interaktif—melalui pembelajaran di kelas, simulasi pemilu, hingga permainan edukatif yang menyentuh cara berpikir dan pengalaman siswa. Dengan begitu, demokrasi tidak terasa jauh atau rumit, tetapi relevan dan dekat dengan keseharian mereka.
Esya menambahkan, program edukasi ke sekolah selama ini telah berjalan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, dan ke depan akan terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan partisipatif.
Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menekankan pentingnya pengalaman langsung bagi siswa. Ia mendorong agar pembelajaran demokrasi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diperkuat melalui kunjungan edukatif ke berbagai instansi, termasuk KPU, agar siswa memahami proses dan peran lembaga secara utuh.
Lebih jauh, peluang kolaborasi juga terbuka melalui program seperti pemilihan Duta Demokrasi Kabupaten Cirebon serta penguatan kegiatan berbasis praktik di sekolah.
Audiensi ini menjadi pijakan awal untuk merancang langkah bersama yang lebih konkret dan berkelanjutan—menanamkan kesadaran bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi tentang belajar, terlibat, dan bertanggung jawab sejak dini.