Galeri Foto Kegiatan

Bangun Integritas, Perkuat Pelayanan, Jaga Kesehatan

CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan Monitoring Tugas Kesekretariatan, Pengawasan Pelaksanaan WFH dan WFO, serta In House Training (IHT) Survei Mandiri Zona Integritas pada Jumat (05/06/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh Sekretaris KPU Kabupaten Cirebon, para Kasubbag, serta seluruh ASN di lingkungan KPU Kabupaten Cirebon sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dalam arahannya, Sekretaris KPU Kabupaten Cirebon, Yohanes Prieston, S.IP., M.M., menegaskan pentingnya membangun komitmen bersama dalam mewujudkan Zona Integritas yang bersih dan melayani. Seluruh jajaran diharapkan memahami instrumen Survei Mandiri Zona Integritas serta berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaannya dengan menyebarluaskan tautan survei kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan. Selain penguatan integritas, perhatian terhadap kesehatan pegawai juga menjadi pesan penting dalam kegiatan ini. Kesehatan fisik dan mental merupakan modal utama dalam mendukung produktivitas kerja, baik saat menjalankan tugas melalui skema WFH maupun WFO. Melalui pola hidup sehat, manajemen kerja yang seimbang, serta kepedulian antarsesama, lingkungan kerja yang harmonis dan produktif dapat terus terjaga. Sebagai bentuk komitmen tersebut, KPU Kabupaten Cirebon juga secara rutin melaksanakan olahraga bersama setiap Jumat pagi guna menjaga kebugaran dan mempererat kebersamaan. Integritas yang kuat akan semakin bermakna ketika didukung oleh sumber daya manusia yang sehat, disiplin, dan profesional.

Jumat Sehat, Jumat Kompak, Jumat Penuh Semangat

CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon mengawali Jumat pagi (05/06/2026) dengan kegiatan olahraga bersama melalui pertandingan bola voli yang berlangsung di halaman Kantor KPU Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris, para Kasubbag, serta jajaran staf Sekretariat KPU Kabupaten Cirebon. Suasana penuh semangat, sportivitas, dan kebersamaan begitu terasa sejak peluit pertama dibunyikan. Servis demi servis, smash demi smash, hingga aksi penyelamatan bola yang tak terduga berhasil menciptakan pertandingan yang seru dan menghibur. Setiap poin yang tercipta disambut sorak sorai dan gelak tawa yang semakin menghangatkan suasana pagi. Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini menjadi sarana untuk menjaga kebugaran tubuh, melepas penat di tengah aktivitas pekerjaan, sekaligus mempererat kekompakan dan kebersamaan keluarga besar KPU Kabupaten Cirebon. Tubuh yang sehat akan melahirkan semangat kerja yang kuat. Kebersamaan yang terjaga akan memperkuat kolaborasi dalam setiap langkah pengabdian. Terus budayakan hidup sehat, menjaga kekompakan, dan menumbuhkan semangat positif untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sehat Raganya, Solid Timnya, Optimal Kinerjanya.

Langkah Awal Pengabdian, Menuju ASN Profesional

CIREBON - Sekretaris KPU Kabupaten Cirebon, Yohanes Prieston, S.I.P., M.M., didampingi Kasubbag Parmas dan SDM, Intan Sugihartini, S.H., M.Si., memberikan arahan kepada CPNS Sekretariat KPU Kabupaten Cirebon dalam rangka proses pemberkasan pengangkatan CPNS menjadi PNS, sekaligus pembekalan terkait kepegawaian, pada Rabu (03/06/2026) di Aula Pangeran Walangsungsang KPU Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian transformasi ASN menuju pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja. Dalam kesempatan tersebut, Intan Sugihartini menyampaikan panduan teknis terkait kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi, mulai dari pengunggahan dokumen kepegawaian hingga pengurusan surat keterangan kesehatan sebagai salah satu syarat pengangkatan menjadi PNS. Sementara itu, Sekretaris KPU Kabupaten Cirebon, Yohanes Prieston, menegaskan bahwa menjadi ASN bukan hanya tentang menyelesaikan administrasi, tetapi juga tentang membangun komitmen untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan kapasitas diri agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin, profesionalisme, serta membangun kekompakan dan solidaritas antarsesama CPNS sebagai modal utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan penuh semangat kolaborasi. Menjadi ASN adalah perjalanan panjang untuk terus bertumbuh. Karena organisasi yang kuat lahir dari SDM yang kompeten, berintegritas, dan siap melayani dengan sepenuh hati.  

Perkuat Koordinasi, Optimalkan Kinerja

CIREBON - Sekretaris KPU Kabupaten Cirebon, Yohanes Prieston, S.IP., M.M., memimpin briefing intensif bersama seluruh Kepala Subbagian di lingkungan Sekretariat KPU Kabupaten Cirebon pada Selasa (02/06/2026). Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan langkah, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap program dan kegiatan berjalan sesuai rencana. Dalam briefing tersebut, para Kepala Subbagian memaparkan berbagai agenda yang tengah berjalan maupun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada masing-masing subbagian. Melalui diskusi yang konstruktif, setiap program kerja dievaluasi dan diselaraskan agar dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Yohanes Prieston menekankan pentingnya perencanaan yang matang, komunikasi yang baik, serta kolaborasi antarbagian sebagai kunci keberhasilan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan. Koordinasi yang kuat akan melahirkan kinerja yang hebat. Perencanaan yang baik akan menghasilkan pelayanan yang berkualitas. Melalui briefing ini, KPU Kabupaten Cirebon terus berkomitmen membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berintegritas guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin optimal bagi masyarakat.

Belajar dari Sejarah, Menguatkan Integritas Demokrasi

CIREBON - Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten Cirebon, Apendi, SE., menjadi pembina Apel Pagi rutin pada Senin (25/05/2026). Apel pagi diikuti oleh Ketua, Anggota, Sekretaris, para Kasubbag, serta seluruh staf sekretariat di lingkungan KPU Kabupaten Cirebon sebagai bentuk penguatan disiplin, profesionalisme, dan integritas dalam pelaksanaan tugas kelembagaan. Dalam amanatnya, Apendi menegaskan bahwa sejarah dan pengalaman masa lalu harus menjadi pembelajaran sekaligus inspirasi untuk membangun penyelenggaraan pemilu yang semakin baik, akurat, dan berkualitas. Melalui evaluasi berkelanjutan, KPU Kabupaten Cirebon terus melakukan penguatan pada pemutakhiran data pemilih, pendidikan pemilih berkelanjutan, hingga tata kelola logistik pemilu agar semakin tertib dan optimal dalam menyongsong tahapan pemilu mendatang. Beliau juga mengutip pesan Marcus Mosia Garvey bahwa seseorang yang tidak mengenal sejarah, asal-usul, dan budayanya diibaratkan seperti pohon tanpa akar. Dari sejarah, kita belajar untuk terus berbenah, memperkuat semangat pelayanan, dan meningkatkan kualitas demokrasi ke arah yang lebih baik. “Belajar dari pengalaman, bergerak dengan integritas, dan melayani demokrasi dengan penuh tanggung jawab.”

Manajemen Krisis ORMAWA, Bekal Mahasiswa Hadapi Dinamika Kampus

CIREBON - Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Cirebon, Masyhuri Abdul Wahid, S.Sos., menjadi pemateri pada kegiatan UPGRADING dengan tema: “Meningkatkan Kapasitas Mahasiswa FKIP: Kepemimpinan, Kreativitas, dan Pengaruh Positif dalam Pendidikan” dengan sub materi “Managemen Krisis dalam Organisasi”, yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 bertempat di Aula Masjid Raya Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., dan menghadirkan berbagai narasumber inspiratif dari akademisi, birokrat, hingga praktisi organisasi. Pada sesi materi, Masyhuri Abdul Wahid membawakan materi bertajuk: “Manajemen Krisis ORMAWA: Navigasi Strategis Menghadapi Dinamika, Birokrasi, & Konflik Kampus”. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan organisasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan, mulai dari konflik internal, krisis reputasi di media sosial, hingga benturan dengan birokrasi kampus. Beliau juga menjelaskan bahwa manajemen krisis memiliki tiga tahapan penting, yaitu pra-krisis sebagai langkah mitigasi risiko, respon aktif saat krisis terjadi, dan evaluasi pasca-krisis untuk memulihkan hubungan serta citra organisasi. Selain itu, peserta dikenalkan dengan teori Situational Crisis Communication Theory (SCCT) yang menekankan pentingnya strategi komunikasi yang tepat sesuai tingkat tanggung jawab dan persepsi publik terhadap suatu krisis. Melalui SOP taktis “Golden Hour”, pengurus ORMAWA diharapkan mampu bertindak cepat, menjaga komunikasi satu pintu, menghindari opini yang memperkeruh suasana, serta mengedepankan dialog dan solusi yang konstruktif. Kegiatan yang diikuti oleh BEM FKIP UMC ini berlangsung penuh antusias, hangat, dan interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta.  

🔊 Putar Suara