Berita Terkini

Belajar Demokrasi dari Dekat, Menguatkan Integritas Sejak Dini

CIREBON - Ruang VIP KPU Kabupaten Cirebon hari ini mendadak berubah menjadi ruang diskusi yang penuh semangat dan inspirasi, pada Kamis (18/06), KPU Kabupaten Cirebon menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon yang sedang melaksanakan observasi untuk mata kuliah Agama Islam. Tidak sekadar berkunjung, Firdaus Satrio Wiyoto dan rekan-rekan melakukan wawancara eksklusif bersama Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, S.H., Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Masyhuri Abdul Wahid, S.Sos., serta Sekretaris KPU Kabupaten Cirebon, Yohanes Prieston, S.IP., M.M. Dari obrolan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa demokrasi tidak hanya dibangun oleh aturan dan sistem, tetapi juga oleh integritas setiap individu yang terlibat di dalamnya. Pesan penting yang mengemuka: -  Menyelenggarakan Pemilu adalah menjaga amanah rakyat. -  Tantangan terbesar penyelenggara bukan hanya teknis, tetapi juga menjaga integritas di tengah berbagai godaan dan tekanan. -  Regulasi dan pengawasan penting, namun benteng dan fondasi pertahanan terakhir tetap berada pada karakter dan nilai moral setiap individu. -  Nilai-nilai agama menjadi fondasi dan benteng agar penyelenggara tetap jujur, adil, teliti, dan bertanggung jawab dalam setiap keputusan. Dengan melayani lebih dari 1,7 juta pemilih di Kabupaten Cirebon, komitmen, profesionalisme, dan keteguhan moral menjadi modal utama dalam menjaga kualitas demokrasi. Salah satu pesan yang paling menginspirasi: "Aturan dapat mengatur perilaku, tetapi nilai-nilai agama dan integritaslah yang menjaga seseorang tetap berada di jalan yang benar." Diskusi ini juga mengingatkan bahwa membangun peradaban yang baik membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan. Diperlukan kejujuran, ketelitian, semangat belajar sepanjang hayat, dan istiqomah dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan. Apresiasi untuk semangat kritis dan rasa ingin tahu yang luar biasa dari: Firdaus Satrio Wiyoto, Jack Marshal, Siti Mutiah, Shelin Tania, Aurel Putri Maritza, Andita Lestari, Alviyandi, Haifa Nada Salwa, Fitria Novianti, Mudtya Muji Triuramu Apriliani, dan Alya Fitriya Amanda.

Mengawali Pekan dengan Semangat Integritas dan Inovasi

CIREBON - KPU Kabupaten Cirebon melaksanakan Apel Pagi Rutin pada Senin (15/06/2026) yang dipimpin oleh Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Apendi, S.E. Apel pagi diikuti oleh Sekretaris KPU Kabupaten Cirebon, para Kasubbag, serta seluruh jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Cirebon sebagai momentum untuk memperkuat disiplin, koordinasi, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.  Dalam amanatnya, Apendi mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh anggaran, sarana, atau metode kerja, tetapi terutama oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. Menurutnya, dalam manajemen modern terdapat unsur penting yang dipopulerkan Philip Kotler dalam konteks untuk meningkatkan produktivitas yaitu  6M, yaitu Man (manusia), Money (anggaran), Machine (alat/mesin), Method (metode), Market (output), dan Material (bahan baku)  Namun dari seluruh unsur tersebut, sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor paling menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Beliau juga membagikan rumus sederhana menuju kesuksesan: Sukses = Visi + Imajinasi + Emosi + Aksi Visi: memberikan arah dan tujuan yang jelas berbasis smart (spesific, measurable, achievable, relevant dan timebound). Imajinasi: melahirkan kreativitas dan inovasi. Sebagaimana yang pernah disampaikan Albert Einstein, “Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan.” Emosi:  Kompetensi emosi adalah: 1. Kesadaran diri 2. Pengelolaan emosi dengan baik 3. Memahami perasaan orang lain 4. Kemampuan sosial. Keempatnya itu akan melahirkan empati, kerja sama, dan hubungan kerja yang harmonis. Aksi: menjadi langkah nyata untuk mewujudkan ide, gagasan, dan potensi menjadi hasil yang produktif dan bermanfaat. Dari rumus sukses di atas, menurut para pakar manajemen SDM,  EQ (emotional quotient) memberikan kontribusi sebesar 80 persen terhadap kunci tersebut. Sedangkan IQ (intelligence quotient) menyumbang 20 persen. Selain itu, seluruh jajaran juga diajak untuk terus melakukan muhasabah atau refleksi diri, mengenali potensi yang dimiliki, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan kemampuan dalam memahami dan menghargai orang lain.

Perempuan Berdaya, Demokrasi Semakin Inklusif

CIREBON - Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, S.H., menjadi narasumber pada Seminar Edukasi bertema “Creating Safe Spaces: Merajut Kesetaraan, Merawat Keadilan untuk Mencegah Kekerasan” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Muhammadiyah Cirebon, Sabtu (13/06/2026), bertempat di Aula Masjid Raya Kampus 2 UMC. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan FISIP UMC, Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Gubernur BEM FISIP UMC, dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya ruang yang aman, setara, dan inklusif bagi semua. Pada kesempatan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Cirebon menyampaikan materi “Perempuan dan Demokrasi: Memperkuat Partisipasi Politik untuk Mewujudkan Demokrasi yang Inklusif di Kabupaten Cirebon.” Perempuan merupakan hampir 50% dari jumlah penduduk dan pemilih di Indonesia. Peran mereka sangat besar sebagai penggerak keluarga, pendidikan, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat. Namun, besarnya kontribusi tersebut masih belum sepenuhnya tercermin dalam keterwakilan di ruang-ruang politik dan pengambilan keputusan.  Padahal, konstitusi menjamin hak yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi dalam pemerintahan, baik sebagai pemilih, calon pemimpin, maupun penyelenggara pemilu. Melalui kebijakan afirmasi, negara telah memberikan ruang keterwakilan minimal 30% bagi perempuan dalam kepengurusan partai politik dan pencalonan legislatif. Meski demikian, tantangan terbesar saat ini adalah mengubah cara pandang masyarakat agar perempuan tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua dalam kepemimpinan. Generasi muda, khususnya perempuan, didorong untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, membangun kepercayaan diri, dan berani mengambil peran dalam berbagai ruang demokrasi. Perempuan dan laki-laki bukan untuk saling menyaingi, melainkan saling melengkapi dalam membangun bangsa. Demokrasi yang kuat lahir dari keterlibatan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. "There is no limit to what we, as women, can accomplish." – Michelle Obama Seminar ini diikuti oleh ORMAWA Universitas Muhammadiyah Cirebon serta perwakilan siswa-siswi SMA dan SMK di wilayah Cirebon. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat, interaktif, dan penuh inspirasi.

Pemutakhiran Data Partai Politik Secara Berkelanjutan Semester I Tahun 2026

CIREBON - KPU melaksanakan pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) sebagai upaya menjaga data partai politik tetap akurat dan mutakhir. ???? Pemutakhiran data yang dilakukan meliputi: ✅ Kepengurusan partai politik pada tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan ✅ Perempuan dalam kepengurusan partai politik ✅ Keanggotaan partai politik ✅ Domisili kantor tetap kepengurusan partai politik ???? Penyampaian hasil Pemutakhiran Data Partai Politik Secara Berkelanjutan Semester I Tahun 2026 oleh partai politik tingkat pusat kepada KPU melalui SIPOL paling lambat dilaksanakan pada 25 Juni 2026. Melalui pemutakhiran data yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan data partai politik senantiasa terjaga kualitas, validitas, dan akurasinya sebagai bagian dari penguatan tata kelola kepemiluan yang transparan dan akuntabel. ???? Untuk informasi lebih lanjut, Partai Politik dapat menghubungi Helpdesk KPU Kabupaten Cirebon pada hari dan jam kerja sebagaimana tercantum pada infografis.  

Sinergi KPU dan Disdukcapil Wujudkan Data Akurat

CIREBON - Data pemilih yang akurat merupakan fondasi utama bagi terselenggaranya pemilu yang demokratis, berkualitas, dan berintegritas. Berangkat dari semangat tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Sinergitas Penguatan Kualitas Data Pemilih serta Pelaksanaan Tugas dan Fungsi pada Masa Tahapan dan Non-Tahapan Pemilu dan Pemilihan, Selasa (9/6). Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Disdukcapil Kabupaten Cirebon yang selama ini konsisten memberikan dukungan dalam pengelolaan data kependudukan untuk kebutuhan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Menurut Esya, kerja sama yang telah terjalin selama ini memberikan kontribusi besar terhadap upaya KPU dalam menjaga kualitas data pemilih berkelanjutan. Penandatanganan PKS ini menjadi landasan formal sekaligus instrumen evaluasi untuk memastikan sinergi kedua lembaga berjalan lebih terukur, efektif, dan berkelanjutan. “Data yang akurat merupakan basis utama penyelenggaraan pemilu. Dari data pemilih yang berkualitas akan lahir berbagai kebijakan dan perencanaan yang tepat, mulai dari kebutuhan logistik, penentuan jumlah TPS, kebutuhan sumber daya manusia, hingga perlindungan hak pilih masyarakat,” ujar Esya. Ia menambahkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam pemutakhiran data pemilih adalah belum optimalnya pelaporan peristiwa kematian oleh masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data kependudukan yang berdampak pada daftar pemilih. Oleh karena itu, kolaborasi antara KPU dan Disdukcapil dinilai sangat penting untuk memastikan setiap perubahan data kependudukan dapat segera ditindaklanjuti dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Selain penguatan data pemilih, Esya juga menyoroti kolaborasi yang telah dibangun melalui program KPU Goes to School yang melibatkan Disdukcapil dalam memberikan edukasi kependudukan sekaligus mendorong perekaman KTP elektronik bagi pemilih pemula. “Generasi muda merupakan calon pemilih masa depan. Karena itu, sinergi pendidikan pemilih dan layanan administrasi kependudukan harus terus diperkuat agar mereka siap menggunakan hak pilihnya ketika memasuki usia pemilih,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Iman Supriadi, menyambut baik penandatanganan kerja sama tersebut. Menurutnya, PKS menjadi instrumen penting untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung pelayanan publik berbasis data yang akurat dan terpercaya. Iman menjelaskan bahwa Disdukcapil terus melakukan penguatan sistem administrasi kependudukan hingga tingkat desa serta meningkatkan dukungan infrastruktur jaringan guna menunjang pelayanan dan pemanfaatan data kependudukan. “Kami bersyukur kerja sama dengan KPU selama ini berjalan sangat baik. Ke depan, kami berharap sinergi ini semakin kuat sehingga kualitas data kependudukan dan data pemilih dapat terus ditingkatkan demi mendukung penyelenggaraan pemilu yang lebih baik,” ujarnya. Dalam PKS yang ditandatangani, kedua belah pihak sepakat memperkuat kerja sama pada sejumlah bidang strategis, meliputi: 1.    Pelaksanaan bersama kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan; 2.    Penguatan koordinasi dalam pengelolaan data pemilih pada masa tahapan maupun non-tahapan Pemilu dan Pemilihan; 3.    Pemanfaatan, pengelolaan, dan pengembangan data, informasi, serta sumber daya manusia di bidang kepemiluan; 4.    Dukungan manajemen kearsipan serta fasilitas sarana dan prasarana; 5.    Bentuk kerja sama lain yang disepakati sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. PKS ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan peran masing-masing lembaga dalam mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, partisipatif, dan efisien; mewujudkan data pemilih berkelanjutan yang komprehensif, akurat, dan mutakhir; memperkuat komitmen antarinstansi dalam pembangunan demokrasi; serta meningkatkan literasi politik dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi. Penandatanganan kerja sama dilaksanakan di Aula Disdukcapil Kabupaten Cirebon dan dihadiri oleh jajaran KPU Kabupaten Cirebon serta Disdukcapil Kabupaten Cirebon.

Menanam Sinergi, Menuai Manfaat Untuk Masa Depan

CIREBON - Kolaborasi antarinstansi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama program dan pelayanan publik, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), KPU Kabupaten Cirebon bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cirebon melaksanakan penanaman pohon mangga di lingkungan Kantor KPU Kabupaten Cirebon, Selasa (09/06/2026). Kegiatan ini menjadi simbol tumbuhnya sinergi antara KPU dan Disdukcapil yang selama ini terus berkolaborasi dalam mendukung pengelolaan data kependudukan dan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan berkualitas. Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, S.H., berharap pohon yang ditanam hari ini dapat menjadi pengingat bahwa kerja sama yang baik harus terus dirawat dan dijaga agar memberikan manfaat yang berkelanjutan. Sebagaimana data yang terus diperbarui demi pelayanan yang lebih baik, pohon ini pun diharapkan tumbuh kuat dan menjadi warisan yang bermanfaat bagi generasi mendatang. Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Cirebon, H. Iman Supriadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa setiap pengabdian yang dilakukan oleh aparatur pemerintah sejatinya harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Menanam pohon adalah simbol sederhana tentang menanam kebaikan hari ini untuk dinikmati di masa depan. Prosesi penanaman dilakukan secara simbolis oleh Ketua KPU Kabupaten Cirebon bersama Kepala Disdukcapil Kabupaten Cirebon, dilanjutkan dengan penimbunan tanah dan penyiraman bibit pohon mangga sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga kelestarian lingkungan. Karena kerja sama yang baik, seperti pohon yang tumbuh subur, membutuhkan komitmen, perawatan, dan kebersamaan agar kelak menghasilkan buah yang manis bagi semua. Menanam hari ini, bertumbuh bersama, dan berbuah untuk masa depan yang lebih baik.  

🔊 Putar Suara