Peningkatan Kualitas TI Menghadapi Pemilu dan Pemilihan 2024

Semarang, kpu.go.id – Penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2020 menjadi pengalaman baru bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengalaman ketika tidak hanya menghadapi persoalan teknis pelaksanaan tapi juga hadirnya pandemi Covid-19 yang memunculkan kekhawatiran akan adanya klaster baru dimasyarakat hingga turunnya partisipasi pemilih di 9 Desember 2020.

Meski begitu dengan upaya yang tidak kenal lelah dan dukungan para pemangku kepentingan (stakeholder), Pemilihan 2020 berjalan dengan baik dan lancar. “Pelaksanaan Pemilihan Serentak 2020 silam ditengah kondisi new normal menimbulkan pesimistis berbagai pihak akan munculnya kluster baru dan tingkat partisipasi pemilih yang akan turun, namun kekhawatiran tersebut tidak terbukti,” ucap Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi pada Seminar Nasional Fenomena Pilkada Serentak Lanjutan 2020 dan Resolusi Penyelenggara Menuju Pemilihan Serentak 2024 yang diselenggarakan KPU Kota Semarang, Selasa (23/3/2021).

Dewa mengungkapkan kesuksesan menghadapi tantangan-tantangan tersebut karena KPU juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi, salah satunya di antaranya dengan melakukan sosialisasi kepada pemilih secara luar jaringan (luring).

Untuk itu dalam menghadapi Pemilu dan Pemilihan 2024 perlu adanya penguatan dan penyempurnaan teknologi informasi.

“Upaya KPU salah satunya dengan menyiapkan PKPU  tentang Master Plan Teknologi Inforamsi  KPU RI Tahun 2021-2025, dimana tahapan pembangunan dan pengembangan setiap  aplikasi, baik untuk  Pemilu maupun Pemilihan Serentak Tahun 2024  telah direncanakan dalam  setiap tahunnya,” ujar Dewa.

Ketua Bawaslu Abhan yang juga hadir pada kegiatan ini memaklumi kekhawatiran pihak-pihak dalam pelaksanaan Pemilihan 2020 silam. Menurut dia Pemilihan 2020 memang menjadi pengalaman baru bagi penyelenggara dimana sebelum pandemi semua kegiatan kepemiluan bisa dilakukan secara bersama sementara pada masa pandemi dibatasi.

Oleh karena itu pemanfaatan teknologi informasi menjadi krusial dan memastikan kebutuhan informasi publik tetap terlayani. “KPU dan Bawaslu bersinergi untuk menampilkan informasi yang akurat dan faktual bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu Anggota DKPP Ida Budhiati menilai penggunaan teknologi informasi memang mempermudah kinerja penyelenggara pemilu dan meminimalisir kesalahan data. Harapan selanjutnya partisipasi pemilih dan mutu pemilihan meningkat dibandingkan dengan yang sebelumnya. “Peningkatan partisipasi, adanya kepastian hukum, dan penyelenggara yang independen dan professional merupakan wujud dari pemilu yang berintegritas,” kata Ida.

Dalam seminar tersebut Ketua KPU Semarang Hendry Casandra Gelombang bertindak sebagai moderator. Turut hadir Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Yulianto Sudrajat serta jajaran KPU Kota Semarang dan KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Bawaslu dan stakeholder terkait. (humas kpu ri ajg/foto: dessy/ed diR)

 

Posted in Headline.